Minggu, 25 Juni 2017

Kisah Raharjo Mudik dengan Kayuh Sepeda dari Bandung ke Madiun



Di tengah hiruk pikuk lalu lalang kendaraan bermotor milik pemudik adalah Raharjo (41), warga Cikopo, Bandung, Jawa Barat. Dia memilih mengayuh sepeda pulang ke Madiun, Jawa Timur. 
Setelah empat hari perjalanan dari Bandung, dia tiba di Pasar Seni Gabusan di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Jumat (23/6/2017) petang.
Saat tiba di salah satu ikon Kabupaten Bantul ini, Raharjo menyempatkan diri berfoto. Dia meminta tolong kepada sejumlah anggota Pramuka yang sedang melakukan penjagaan di pos pam.
"Sudah empat hari ini melakukan perjalanan dari Cikopo menuju Madiun," katany.
Selama perjalanan menggunakan sepeda, Raharjo mengaku tetap menjalankan ibadah puasa.
Dia lalu menuturkan, perjalanan pada bulan Ramadhan membutuhkan stamina ekstra, seperti saat di daerah Tasikmalaya, dia diguyur hujan lebat dan berpapasan dengan banyak kendaraan besar, seperti bus. Dia juga melewati tanjakan dan turunan yang menguras tenaga.
"Saya memilih untuk istirahat saat hujan," ujarnya.
Perjalanan praktis hanya dilakukan pagi hingga petang. Pada malam hari, dirinya memilih menyempatkan diri tidur di pos pam atau pom bensin.
Pria yang sejak tahun 1993 hijrah ke Bandung ini mengaku tak membawa banyak barang. Dia hanya membawa beberapa pakaian dan peralatan mandi. 
Oleh-oleh untuk keluarga sudah dibawa istri dan anaknya yang mudik lebih dulu menggunakan jasa kereta api.
Raharjo bercerita, ini adalah perjalanan mudik ketiga dengan menggunakan sepeda. Oleh karena itu, dia sudah mempersiapkan diri dengan baik. 
Saat mudik  menggunakan sepeda sebelumnya, dirinya memilih lewat jalur Yogyakarta-Solo. Pada tahun ini, dia ingin mencoba jalur Yogya-Wonosari-Pracimantoro Wonogiri dan tembus ke Madiun.
"Saya ingin melihat dan mendapatkan pengalaman yang baru," katanya. (sumber: kompas.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar