Rabu, 21 Juni 2017

Kisah Kalanick, Perintis Uber yang Terusir dari Uber



Nama Travis Kalanick begitu lekat dengan perusahaan aplikasi Uber Inc, selain Garret Camp tentunya. Mereka membangun Uber dengan konsep menghubungkan calon penumpang dengan mobil pribadi yang disewakan.

Uber, pun menjadi inspirasi bagi layanan ride sharing dan berhasil mengguncang industri taksi, karena mampu menawarkan tarif yang lebih murah dari taksi konvensional pada umumnya. Di tahun 2015 saja, Uber sudah beroperasi di 300 kota dan 58 negara.

Ide kelahiran Uber bermula pada tahun 2008, di malam bersalju kota Paris, Kalanick dan Camp yang sedang menghadiri sebuah konferensi kesulitan mendapat taksi. Tercetus ide di kepala mereka untuk menyelesaikan masalah semacam itu dengan aplikasi baru yang revolusioner. 

Intinya sederhana saja, akses aplikasi itu dan dapatkan mobil sewaan.

Tahun 2010 dengan dana terbatas dan ketakutan gagal, Camp berhasil meyakinkan Kalanick untuk memperkenalkan UberCab di San Francisco, Amerika Serikat.

Baru berjalan beberapa bulan saja, Uber sudah diadang masalah. San Francisco Municipal Transportation Agency mempermasalahkan penggunaan kata cab atau taksi di UberCab. Soalnya, mereka tidak beroperasi dengan lisensi taksi. 

Walau berganti nama menjadi Uber saja, toh tak membuat gelombang penolakan berhenti. Malah makin menguat. Namun itu tak menyurutkan langkah Kalanick untuk terus berekspansi di sejumlah negara.

Namun kini cerita itu akan menjadi nostalgia. Jatuh bangun Kalanick membesarkan Uber selama tujuh tahun terakhir tak membuat namanya harum di mata investor. Malah dia baru saja mengundurkan diri, karena desakan para penyandang dana tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diberikan Kalanick kepada The New York Times , dia menulis "Saya mencintai Uber lebih dari apapun di dunia ini dan pada saat yang sulit ini dalam kehidupan pribadi saya, tapi saya telah menerima permintaan para investor untuk mundur agar Uber tidak tergangggu dengan pertikaian lain.”

Tapi Kalanick belum memberi tahu karyawan Uber tentang kepergiannya, yang sepertinya merupakan titik akhir yang sangat mengerikan bagi masa hidupnya yang berbatu. 

Uber mengkonfirmasi pengunduran dirinya, dan dewan perusahaan mengeluarkan sebuah pernyataan. Para dewan direksi itu mencakup Benchmark's Bill Gurley, yang telah mulai lelah menghadapi berbagai masalah di perusahaan itu, dan tentang Kalanick. 

Kalanick memang sempat mendapatkan dukungan di dewan tersebut termasuk Arie Huffington dan Garrett Camp. Namun itu saja belum cukup. (sumber: CNN Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar