Jumat, 30 Juni 2017

Kisah Pedagang Sayur Temukan Segepok Uang di Lampu Merah




Kisah tentang kejujuran datang dari sosok Widiyanti (33), seorang penjaja sayur keliling di Kebumen, Jawa Tengah.
Siang itu, Kamis (29/6/2017), wanita setengah baya itu menemukan segepok uang jutaan rupiah yang terbungkus dalam kantung plastik di Simpang Empat Kembaran.
Meski tak bertuan, warga RT 2 RW 7, Dukuh Kebanaran, Kelurahan Tamanwinangun tak lantas tergiur. Kejujuran yang selalu menjadi prinsip hidup, menuntunnya untuk mencari siapa pemilik uang itu.
Kapolsek Kebumen Iptu Mardi mengungkapkan, Widiyanti nampak tergopoh-gopoh saat sampai di Pos Pengamanan Tugu Lawet, Kebumen.
Dirinya memutuskan untuk menyerahkan segepok uang tersebut kepada polisi yang tengah berjaga di dalam pos.
Mardi yang menerima langsung uang temuan itu terharu atas kejujuran Widiyanti.
Dirinya berjanji akan menyebarluaskan kabar penemuan uang tunai itu.
"Kami salut atas kejujuran saudari Widiyanti, sudah jarang orang yang mempunyai sifat jujur sekarang ini," kata Mardi.
Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan uang di lokasi yang dimaksud untuk datang ke Pos Kembaran.
"Kami persilakan kepada warga yang merasa kehilangan uang yang dibungkus tas plastik untuk menghubungi Polsek Kebumen. Jumlahnya sementara kami rahasiakan untuk menghindari orang orang yang berniat buruk. Namun sedikit saya infokan bahwa jumlah nya lebih dari satu juta rupiah," ujarnya.
Kisah teladan sebelumnya juga pernah terjadi di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah.
Supriyanto, seorang porter, dan 2 petugas keamanan, Andre Arifin dan Imam Turino mengembalikan tas berisi uang ratusan juta milik salah satu penumpang Kereta 5 Argowilis tujuan Bandung pada Kamis (18/5/2017) silam.
Kejujuran tiga karyawan Stasiun Kroya, Cilacap ini sontak menjadi viral di dunia maya.
Bahkan, Wakil Presiden Deputi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Wisnu Pramudyo turut mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan kepada ketiganya.
“Kejujuran seperti inilah yang harus dijaga dan ditiru oleh semua insan agar citra perkeretaapian Indonesia semakin baik," kata Wisnu.
Kejujuran Widiyanti dan Supriyanto seakan menjadi oase di tengah krisis moral yang terjadi di negeri kita.
Ternyata masih ada manusia-manusia yang menjaga kearifan karakter bangsa, disaat para pejabat negara justru berlomba-lomba memperkaya diri sendiri. (sumber: tribunnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar